Sabtu, 18 Desember 2010

PW Shoespainted Industry

Tawaran berbisnis PW shoes
PW shoes merupakan sebuah industri rumahan yang berawal dari sebuah rangkaian IKM produsen sepatu buatan tangan (handmade) yang berasal dari kota Cimahi, Bandung-Jawa Barat.
Produk PW shoes mengedepankan kreatifitas tangan dengan design trendy dan unik. Sebuah sepatu buatan tangan (handmade) dengan kombinasi gambar, sepatu produk asli dalam negeri yang kami harap dapat menjadi pilihan di tengah-tengah banyaknya sepatu produk non-dalam negeri.
Produsen PW shoes berlokasi di kota Cimahi, Bandung-Jawa Barat, sedangkan Kantor Pemasaran berlokasi di Serdang, Jakarta.
PW shoes tidak hanya menawarkan sebuah produk sepatu gambar buatan tangan, tapi juga menawarkan kesempatan berbisnis partnership. Tawaran tersebut di tujukan untuk memberikan sistem penjualan yang terkoordinir dalam jaringan pendistribusian produk ke pembeli demi menjaga eksklusifitas produk PW shoes.
1.     PW shoes Grosir Sales/ freelance
Kesempatan berbisnis tanpa ikatan/ freelance kami tawarkan dengan ketentuan sebagai berikut ;
  1. Setiap pembelian 3 pasang sepatu PW mendapatkan potongan harga sebesar Rp. 10.000 dari harga retail public (Rp. 150.000 – Rp. 10.000 = @ Rp. 140.000).
2.   Setiap pembelian 12 pasang sepatu PW mendapatkan potongan 15% dari harga retail public (Rp. 150.000 – 15% = @ Rp. 127.500).
3.   Produsen tidak menanggung ongkos kirim.

2.     PW shoes Reseller Member
Berikut tercantum keuntungan dan persyaratan untuk menjadi resellers terdaftar PW shoes.
Keuntungan Reseller Member :
1.   Mendapatkan hak menjual kembali (reseller) produk PW shoes dengan harga retail public (standar retail price IDR 150.000) / Authorized Seller dan menambahkan ongkos kirim, karena produsen tidak menanggung ongkos kirim.
2.   Mendapatkan potongan harga grosir sales sebesar Rp. 10.000 (Rp. 150.000 – Rp. 10.000 = Rp. 140.000).
3.   Mendapatkan Potongan reseller dari harga grosir sales PW shoes sebesar 20% ( Rp. 140.000 – 20% = @ Rp. 112.000).
4.   Mendapatkan marketing kit ;
·        Online
1)      soft data produk
2)      photo produk dan katalog
3)      draft ongkir dari produsen
·        Offline
1)      10 eksemplar katalog ( dengan info tunggal resellers) & termasuk updated katalog.
2)      20 flyers ( dengan info tunggal resellers) & termasuk updated flyers.
5.  Mendapatkan potongan harga reseller untuk pemesanan selanjutnya meski pemesanan satuan.
6.  Mendapatkan update informasi produk dari kantor pemasaran .
7.  Mendapatkan fasilitas retur ukuran sepatu dan cacat produksi dari Stockist Agent PW shoes ( apabila belum ada, maka retur barang di layani oleh produsen/kantor pemasaran ) .
8.  Reseller member yang berprestasi  dalam penjualan akan memiliki kesempatan untuk menjadi Authorized Stockist Agent, apabila mampu memenuhi nilai investasi.
9.  Di sertakan dalam setiap bentuk promo dan referensi dari Manajemen PW shoes (katalog, brosur, iklan, website, promo lainnya baik online maupun offline ).
10. Reseller member get reseller member mendapatkan fee 40% dari biaya comitment fee member (40% x Rp. 250.000 = Rp. 100.000).
Syarat Reseller Member :
1.   Mengisi formulir pendaftaran Reseller Membership PW shoes ( Melampirkan photocopy KTP/ SIM dan foto berwarna 2 lembar )
2.   Membayar biaya commitment fee sebesar Rp. 250.000,00 ( Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah ) dan membeli 12 pasang produk PW shoespainted sebagai stock sample siap jual (dpt memilih produk sendiri)
·        Total pembelian stock  @ Rp. 112.000 (20% cut) x 12 pasang = Rp. 1.344.000.
·        Total Investasi : Rp. 250.000 + Rp. 1.344.000 = Rp. 1.594.000 ( Satu Juta Lima Latus Sembilan Puluh Empat Ribu Rupiah ).

3.     PW shoes Authorized Stockist Agent (ASA)
Besarnya nilai investasi akan sebanding dengan nilai keuntungan yang di peroleh dengan menjadi mitra Authorized Stockist Agent PW Shoes yang sampai saat ini masih di tangani langsung oleh kantor pemasaran Serdang, Jakarta. Mulai tahun 2011 PW shoes merilis Authorized Stockist Agent (ASA) yang akan menjadi mitra dalam membangun jaringan pendistribusian tingkat pulau, provinsi, kota, kecamatan bahkan kelurahan.
Berikut pemaparannya untuk level ASA ;

Keuntungan Authorized Stockist Agent (ASA) :

1.   Cover area seluruh Indonesia, tetapi apabila dalam satu kota memiliki potensi penjualan tinggi maka tidak menutup kemungkinan terdapat lebih dari satu ASA.
2.   Mendapatkan hak menjual kembali (reseller) produk PW shoes dengan harga retail public (standar retail price IDR 150.000)/ Authorized Seller dan menambahkan ongkos kirim, karena produsen tidak menanggung ongkos kirim.
3.   Mendapatkan hak menjual kembali lisensi reseller ASA line untuk melebarkan jaringan penjualan, dengan ketetuan dan persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing ASA karena di luar wewenang management PW shoes. Reseller ASA line bukan terdaftar sebagai Resellers Members PW shoes dan tidak memiliki hak serta akses sebagai Reseller Member PW shoes.
4.   Mendapatkan potongan harga grosir sales sebesar Rp. 10.000 ( Rp. 150.000 – Rp. 10.000 = Rp. 140.000).
5.   Mendapatkan Potongan ASA dari harga grosir sales PW shoes sebesar 35% (Rp. 140.000 – 35% = @  Rp. 91.000).
6.   Mendapatkan marketing kit ;
a.      Online
1)      soft data produk
2)      photo produk dan katalog
3)      draft ongkir dari produsen
b.      Offline
1)      25 eksemplar katalog ( dengan info tunggal ASA) & termasuk updated katalog (apabila ada new release)
2)      50 flyers ( dengan info tunggal ASA) & termasuk updated flyers (apabila ada new release)
3)      2 pcs branding image banner
7.   Mendapatkan potongan harga ASA untuk pemesanan selanjutnya meski pemesanan satuan.
8.   Mendapatkan fasilitas retur barang oleh produsen, dengan catatan ;
1.     Retur ukuran dan cacat produksi untuk barang yang sama, 1 minggu setelah barang diterima.
2.     Retur stock awal, satu bulan untuk maksimal 24 pasang sepatu yang tidak laku dan berlaku hanya 1 kali kesempatan penukaran.
9.   Mendapatkan update informasi produk dari kantor pemasaran Serdang, Jakarta.
10. Di sertakan dalam setiap bentuk promo dan referensi dari Manajemen PW shoes (katalog, brosur, iklan, website, promo lainnya baik online maupun offline ).

Syarat Authorized Stockist Agent (ASA) :

1.   Mengisi formulir pendaftaran Reseller Membership PW shoes ( Melampirkan photocopy KTP/ SIM dan foto berwarna 2 lembar )
2.   Membayar Lisensi ASA sebesar Rp. 5.000.000 ( Lima Juta Rupiah ) dan membeli 100 pasang produk PW shoespainted sebagai stock awal siap jual ASA (dpt memilih produk sendiri)
·        Total pembelian stock  @ Rp. 91.000 (35% cut) x 100 pasang = Rp. 9.100.000.
·        Total Investasi : Rp. 5.000.000 + Rp. 9.100.000 = Rp. 14.100.000 ( empat belas juta seratus ribu rupiah ).
3.  Target penjualan minimal 10 lusin (120 pasang) per bulan terhitung dua bulan setelah terlisensi sebagai ASA.

Demikian uraian tawaran berbisnis sebagai mitra market PW shoes, semoga dapat menjadi dorongan untuk menambah penghasilan ataupun sebagai penghasilan utama tergantung tingkat intensitas dan keseriusan kita dalam menjalani usaha ini. Karena PW shoes merupakan sebuah pilar dari usaha keluarga yang di harapkan dapat memberikan nilai lebih terhadap keluarga, dari keluarga kembali lagi kepada keluarga. Terima kasih.

PW shoes management

Harga retail public/ tidak termasuk ongkirIDR 150.000
harga grosir sales IDR 140.000
resellers price (cut 20% dari harga grosir)IDR 112.000
Authorized Stockist Agent price (cut 35% dari harga grosir)IDR 91.000

Nomer kontak:   
Irwan 085624006721 (irwan_koernijawan@yahoo.co.id)
Dyma 085861345933 (fruitcake_dy@yahoo.com)
Atau bisa kunjungi website:
Add facebook : pw shoespainted
...........................................................................................................................................................................
Formulir Pendaftaran PW shoespainted
Nama Lengkap                 :
Tempat/ Tgl. Lahir          :
No. KTP/SIM                    :
Alamat lengkap               :

No. Telp                           :
Email                               :

Essay: Deskripsi singkat strategi pemasaran (serta cantumkan 12 produk yg akan di jadikan stock).

Penelusuran BIOS pada motherboard ASUS P6T Deluxe


Motherboard ASUS P6T Deluxe memiliki BIOS yang menarik. Pengaturan-pengaturan frekuensi clock dan voltase yang berhubungan dengan prosesor, DRAM (memori), QPI, bus serta chipset, mudah dilakukan terutama untuk tujuan overclocking. Pengaturan frekuensi clock dan voltase ini dapat dilakukan melalui menu Ai Tweaker yang tersedia pada setup BIOS. Opsi yang tersedia pada menu Ai Tweaker cukup banyak dan rinci.


  • Pengaturan frekuensi BCLK (pada opsi BCLK Frequency). Frekuensi BCLK dapat diubah dengan mudah. Angka frekuensi ini dapat diatur mulai dari 100 MHz hingga 500 MHz. Nilai default (standar normal) yang tertera pada motherboard adalah 133 MHz. Bila ingin meng-overclock prosesor, QPI, memori dan bagian uncore, maka nilai BCLK harus diatur lebih dari 133 MHz.
  • Pengaturan frekuensi memori (pada opsi DRAM Frequency). BIOS motherboard ASUS ini menyediakan beberapa pilihan nilai frekuensi DDR3 mulai dari 800 MHz hingga 2133 MHz. Pilihan nilai frekuensi selengkapnya adalah:
  1. DDR3 – 800 MHz
  2. DDR3 – 1066 MHz
  3. DDR3 – 1333 MHz
  4. DDR3 – 1600 MHz
  5. DDR3 – 1866 MHz
  6. DDR3 – 2133 MHz
Tampak bahwa nilai frekuensi pada pilihan tersebut, mulai dari 800 MHz hingga 2133 MHz naik secara bertahap. Besar kenaikannya selalu tetap yaitu 266 MHz dari tahap ke tahap. Sementara itu nilai standar BCLK untuk Intel Core i7 adalah 133 MHz. Hal ini memberikan makna bahwa kenaikan nilai frekuensi memori pada pilihan tersebut diatur selalu sebesar dua kali nilai BCLK-nya, yang bermakna pula setara dengan menaikkan nilai multiplier-nya dengan menambahkan angka 2 pada nilai multiplier sebelumnya. Sebagai contohnya:
Multiplier memori untuk Intel Core i7 965 XE, nilai standar normalnya adalah 10x. Sedangkan nilai standar BCLK adalah 133 MHz.
Maka Frekuensi memorinya adalah 10 x 133 MHz = 1333 MHz.
Misalkan memori tersebut di-overclock dengan cara meningkatkan nilai multipliernya dari 10x menjadi 12x (naik dua angka). Maka frekuensi memori berubah menjadi 12 x 133 MHz = 1600 MHz. (kurang lebih naik 266 MHz dari nilai standar normalnya).
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kenaikan nilai frekuensi sebesar 266 MHz, setara dengan kenaikan nilai multipliernya sebesar dua angka lebih tinggi dari nilai multiplier sebelumnya.
  • Pengaturan Voltase CPU (pada opsi CPU Voltage)
    Nilai standar voltase CPU (VCore) untuk mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield adalah 1,2 Volt, sedangkan untuk mikroprosesor Intel Core i7 Extreme Edition Bloomfield XE adalah 1,504 Volt. Pada BIOS motherboard ASUS P6T Deluxe disediakan pilihan pengaturan nilai voltase CPU antara (minimum) 0,85 Volt hingga (maksimum) 2,1 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,00625 Volt.
  • Pengaturan Voltase CPU PLL (pada opsi CPU PLL Voltage)
    Pilihan nilai voltase CPU PLL yang disediakan berkisar antara (minimum) 1,80 Volt hingga (maksimum) 2,50 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,02 Volt.
  • Pengaturan Voltase QPI/Core DRAM (pada opsi QPI/DRAM Core Voltage)
    Pilihan nilai voltase yang disediakan berkisar 1,20 Volt hingga 1,90 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,00625 Volt.
  • Pengaturan Voltase IOH (pada opsi IOH Voltage)
    Pilihan nilai voltase IOH yang disediakan berkisar 1,10 Volt hingga 1,70 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,02 Volt.
  • Pengaturan Voltase IOH PCIE (pada opsi IOH PCIE Voltage)
    Pilihan nilai voltase IOH yang disediakan berkisar 1,50 Volt hingga 2,76 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,02 Volt.
  • Pengaturan Voltase ICH (pada opsi ICH Voltage)
    Pilihan nilai voltase ICH yang disediakan berkisar 1,10 Volt hingga 1,40 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,1 Volt.
  • Pengaturan Voltase ICH PCIE (pada opsi ICH PCIE Voltage)
    Pilihan nilai voltase ICH PCIE yang disediakan berkisar 1,50 Volt hingga 1,80 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,1 Volt.
  • Pengaturan Voltase bus DRAM (pada opsi DRAM Bus Voltage)
    Pilihan nilai voltase bus DRAM yang disediakan berkisar 1,50 Volt hingga 2,46 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,02 Volt.
Untuk memudahkan pemahaman, berikut ini disajikan secara sederhana tabel yang berisi ringkasan dari opsi nilai voltase berbagai parameter tadi.
  • Pengaturan Timing DRAM (pada opsi DRAM Timing Control). BIOS motherboard ASUS P6T Deluxe juga menyediakan pengaturan timing memori (DRAM). Fasilitas pengaturan ini juga terdapat pada menu Ai Tweaker pada submenu DRAM Timing Control. Daftar opsi-opsi pengaturan memori pada submenu DRAM Timing Control disajikan pada gambar tampilan BIOS berikut ini.

Tampak bahwa item-item pengaturan sangat rinci. Jika pengguna bingung dengan item-item ini, cukuplah mengatur semuanya dengan pilihan Auto.

BIOS motherboard ASUS P6T Deluxe menyediakan fasilitas khusus untuk mengatur fitur teknologi prosesor yang terkandung di dalam prosesor tersebut, misalnya teknologi Processor Power-Saving, teknologi Intel Virtualization, Execute Disable Bit (Xdbit), Intel HTT (Hyper-Threading Technology), EIST (Enhanced SpeedStep Technology), Intel C-State, dan lain-lainnya. Pengaturan penggunaan fitur teknologi prosesor tersebut terdapat pada menu Advanced yang ada pada BIOS.

Jika ingin mengaktifkan atau memanfaatkan fitur-fitur tersebut cukup dengan memilih opsi enable. Sebaliknya jika tidak ingin menggunakannya, harus memilih disable.
Pada menu Advanced juga ditampilkan informasi mengenai spesifikasi prosesor yang dipakai, mulai dari clock speed (frekuensi clock), BCLK, multiplier hingga cache memory-nya.
Sedangkan untuk mengontrol kondisi hardware, seperti misalnya temperatur CPU (prosesor), voltase CPU dan kecepatan Fan, dapat dilihat pada menu Power pada BIOS, yaitu pada submenu Hardware monitoring.

Motherboard ASUS P6T Deluxe tampaknya berbeda dengan motherboard ASUS kelas high-end lainnya. Pada motherboard ini terdapat fitur khusus yang menarik, yaitu O.C. Profile dan EZ Flash yang terintegrasi (integrated) pada motherboard. EZ Flash berguna untuk meng-update BIOS.

Pengenalan BIOS Software


Jenis BIOS yang saat ini sangat banyak digunakan adalah:
  • AWARD BIOS
  • AMI BIOS
  • Phoenix BIOS

Untuk masuk pada menu BIOS ada berbagai macam cara tergantung dari BIOS yang anda gunakan. Untuk Award dan Ami umumnya menggunakan tombol Delete pada saat pertama kali komputer di nyalakan.
Standard CMOS setup screen termasuk parameter operasi dasar yang perlu untuk di-set agar system bekerja dg baik.

Date
Disini anda dapat mengatur tanggal yang sesuai untuk real time clock (mm:dd:yy) atau (bulan:tanggal:tahun). Pengubahan tanggal juga terkadang dapat dilakukan untuk menghindari aktifnya suatu virus pada tanggal tertentu.
Time
Digunakan untuk pengisian waktu yang tepat (real time clock). Sebuah real time clock yang salah penyetingannya dapat juga menimbulkan masalah, misalnya jika real time clock itu diminta oleh sebuah online-banking-software sebagai kriteria plausibilitas (kewajaran). Rumus untuk memasukkan tanggal (hh:mm:ss) atau (jam:menit:detik).
Harddisk
Digunakan untuk mengubah setting untuk harddisk. Semua chanel IDE dapat dikonfigurasikan di sini, mulai dari primary master, primary slave, secondary master, secondary slave. Kolom “type” digunakan untuk menentukan parameter harddisk. BIOS sudah mempunyai 46 konfigurasi yang sudah tersimpan. Pilihan “none” berarti tidak ada harddisk yang terpasang. “Auto” berarti membuat BIOS melakukan autodeteksi ketika proses booting dilakukan. Pilihan “user” akan memberikan keleluasaan untuk mengubah parameter harddisk secara manual.
Drive A, drive B
Bagian ini dapat digunakan untuk mengkonfigurasikan floppy disk yang anda gunakan. Pilihan yang ada akan menentukan ukuran dan kapasitas yang digunakan. Ukuran yang tersedia adalah 3,5” dan 5,25” sedangkan kapasitasnya bervariasi mulai dari 360K, 720K, 1,2M sampai 2.88M. Pilihlah “none” jika tidak ada drive yang terpasang.
Video
Setting ini berhubungan dengan jenis kartu grafik, untuk kartu dengan resulusi tinggi pilih “EGA/VGA”. Pilihan lain yang ada adalah CGA40, CGA80 atau MONO.
Halt on
Menentukan apa yang menyebabkan PC anda akan berhenti bekerja (halt). Pilihan “all errors” merupakan pilihan yang biasa digunakan dan akan menyebabkan PC anda berhenti jika terjadi kesalahan disegala komponen. Pilihan “All, But Keyboard” akan mengabaikan kesalahan akibat keyboard. Pilihan yang lain adalah “No Errors”, ”All, But Disk”, ”All, But Disk/Key”.
Memory
Ini adalah bagian informasi memori yang terpasang pada PC anda. Base memory umumnya berukuran 640KB, sisanya akan menjadi Extended Memory. Jika ditambahkan dengan Other Memory akan menghasilkan total memory yang terpasang dan ditampilkan pada bagian “Total Memory”.
[BIOS Feature Setup]
BIOS features setup ini adalah tipikal yang umum untuk semua jenis PC
Item-item yang tersedia untuk memasuki konfigurasi data secara umum ditemui dalam layar ini adalah:

Virus Warning
Digunakan untuk mencegah terjadinya penulisan ke tabel partisi harddisk, hal ini biasa dilakukan oleh virus untuk memperbanyak dirinya. Pilihan “Disabled” digunakan untuk mencegah terjadinya virus pada saat ketika melakukan instalasi. Pada keadaan “Enabled” ketika akan ada penulisan ke tabel partisi maka akan ditampilkan pesan dalam bentuk mode teks.

CPU Internal Cache
Digunakan untuk meng-enable/disable CPU Internal Cache.

External Cache
Digunakan untuk meng-enable-disable CPU External Cache.

Quick Power On Self Test
Proses Power On Self Test (POST) adalah proses pemeriksaan komponen-komponen PC pada saat komputer cold boot.

Boot Sequence
Digunakan untuk menetukan urutan proses booting yang akan dilakukan. Jika anda hanya akan booting dari harddsik pilihlah “C,A,SCSI” atau “C Only”

Swap Floppy Device
Dapat digunakan untuk menukar posisi drive A dan drive B. jika anda buat menjadi “Enabled” maka drive A akan menjadi drive B dan sebaliknya.

Boot Up Floppy Seek
Apabila pilihan ini berada diposisi “Enabled” maka pada saat booting BIOS akan mencari tahu apakah yang dipergunakan adalah floppy drive 40 track yang lama atau 80 track yang baru dengan cara menggerakkan head-nya ke suatau track 40. Buatlah menjadi “Disabled” untuk mempercepat booting.

Floppy Disk Access Control
Pilihan ini digunakan untuk menentukan hak akses yang diberikan ke floppy disk. Pilihan “Read Only” akan menyebabkan floppy anda hanya dapat dibaca tanpa bisa ditulis. Dan pilihan “R/W” normal dapat dibaca dan ditulis.

Boot Up Numlock status
Apabila dibuat “enabled” maka bios akan mengaktifkan fungsi numlock pada extended At-keyboard pada saat booting. Dengan demikian maka blok tombol yang ada di sebelah kanan akan bekerja sebagai tombol angka dan bukan tombol kursor.

Boot Up System Speed
Menentukan keadaan PC ketika boot up jika pilihan ini tidak ada maka keadaannya adalah “high”. Kondisi “low” digunakan untuk memperlambat PC.

Gate A20 Option
Menentukan keadaan dari jalur A20 (address bus, jalur nomor 20). “Normal” merupakan metode yang telah lama digunakan dengan menggunakan keyboard controler sedangkan “Fast” adalah metode yang berlaku sekarang ini dan lebih cepat dengan menggunakan chipset.

Typematic Rate Setting
Apabila dibuat “Enabled” maka pilihan-pilihannya yaitu “Typematic Rate (Chars/sec)” dan Typematic Delay (msec).

Security Option
Digunakan untuk menggunakan kapan password akan ditanyakan. Pilihan Setup akan menyebabkan password akan ditanyakan ketika BIOS Setup dijalankan. Sedangkan pilihan sistem akan menyebabkan password akan ditanyakan setiap kali PC melakukan booting.

PS/2 Mouse Function Control
Apabila dibuat menjadi auto maka pada saat booting BIOS akan mencari sebuah PS/2 Mouse. Apabila PS/2 Mouse tidak dapat ditemukan maka IRQ 12 akan dibebaskan untuk komponen lain yang memerlukan. Dengan “Disabled” maka tidak akan dilakukkan pengecekan.

PCI/VGA Palette Snoop
Pilihan standart adalah “Disabled”. Tapi jika anda menggunakan MPEG Card pada slot ISA dan mengalami kesalahan pada palet warna maka ubahlah menjadi “Enabled”.

OS Selector for DRAM > 64 MB
Jika anda menggunakan OS/2 Warp dan memiliki memory lebih dari 64 MB maka ubahlah menjadi “Enabled”. Dan sebaliknya ubah menjadi “Disabled”.
System/Video BIOS Shadow
Pada keadaan “Enabled” maka isi ROM BIOS sistem dan video yang lambat akan dishadow dan disalin ke RAM yang lebih cepat sehingga akses ke BIOS menjadi lebih cepat.

HDD S.M.A.R.T Capability
Digunakan untuk mengaktifkan fasilitas SMART pada hardisk anda. SMART adalah singkatan dari Self Monitoring, Analysis and Reforting Technology.

Chipset Feature Setup berisi:
  • Auto Configuration
  • DRAM Speed Selection
Di sini akan ditentukan kecepatan dari memory yang dipergunakan untuk FPM (Fast page Mode) dan EDO DRAM (Extended Data-Out). Waktu yang biasa digunakan adalah “60ns” dan “70ns”.
  • System/Video BIOS Cacheable
Jika dibuat “Enabled” maka BIOS yang telah dishadow ke RAM dapat di chace-memory. Pilihan “Enabled” akan meningkatkan kecepatan system.
  • 8/16 Bit I/O Recovery Time
Di sini anda dapat mengatur beberapa banyak siklus yang digunakan untuk menunggu antara akses-akses yang akan dilakukan melalui Bus ISA.

Power Management
Disini anda dapat mematikan (“Disabled”) atau menyalakan seluruh pilihan untuk penghematan energi. Jika anda aktifkan anda dapat menggunakan dua konfigurasi yang sudah diberikan , yaitu : “Max Saving” dan “Min Saving” sedangkan pilihan “User Define” digunakan untuk melakukan konfigurasi Power Management secara manual dengan mengubah beberapa pilihan lain.
PM Control by APM
Apabila anda menggunakan sebuah sistem operasi yang disertai dengan Advanced Power management seperti Windows 95.
Video Off Method
Disini tersedia bermacam-macam setting bagaiman monitor harus dimatikan. Pada pilihan “Blank Screen” hanya akan dikirim tampilan kosong ke monitor. Pilihan “VH-Sync+Blank” akan turut mematikan signal-signal sinkronisasi. Pilihan “DPMS Support” menentukan bahwa display adapter dam monitor diarahkan pada VESA Display Power Management Signaling.
Modem use IRQ
Disini dapat ditentukan IRQ yang digunakan oleh modem yang ada. Jika IRQ ini aktif akan “membangunkan” PC untuk menerima faksmili atau kiriman data.
Doze/Stand By/Suspend Mode
Setting ini digunakan untuk mengatur lamanya waktu yang diberikan bagi PC dalam keadaan aktif sebelum memasuki mode-mode yang ada. Pada mode Doze hanya processor dan harddisk yang dimatikan, mode Stand By mematikan harddisk dan monitor sedangkan mode Suspend akan mematikan semua komponen.
HDD Power Down
Menentukan berapa lama yang diberikan bagi harddisk untuk tidak bekerja sebelum dimatikan oleh BIOS secara software. Beberapa harddisk lama mengalami masalah jika bagian ini diaktifkan karena setelah “tidur” harddisk tersebut tidak bisa bangun secara software.
Wake Up Event in Doze & Standby
Berisi daftar IRQ yang dapat membangunkan PC mode Doze atau StandBy. IRQ-IRQ ini biasanya berhubungan dengan hardware tertentu, misalnya IRQ 4 untuk mouse, 14 dan 15 untuk hardisk. Dalam versi-versi BIOS yang lebih baru dikenal dengan istilah Reload Global Timer Events.
Power Down & Resume Events
Didalam daftar yang kedua ini semua komponen ditandai dengan “on” yang akan membangunkan komputer dari dalam suspend mode.
VGA-Active Monitor
Apabila pilihan ini berada pada “Enabled” maka aktivitas display adapter akan membangunkan sistem ketika berada dalam mode Stand by
CPU Fan Off in Suspend
Apabila diposisikan pada ”Enabled” maka BIOS akan mematikan kipas prosesor ketika berada pada mode suspend. Tapi kipas prosesor yang digunakan harus mengambil power dari konektor khusus di mother board dan tidak langsung dari konektor power supply.
Resume by Ring
Apabila pilihan ini berada pada posisi “Enabled” dan saluran ring-indicator dari interface serial menunjukkan adanya panggilan masuk pada modem, maka PC akan dibangunkan dari dalam mode penghematan energi.
IRQ 8 Clock event/IRQ 8 Break Suspend.
Jika anda memposisikan setting ini pada “Enabled” , maka real time clock dapat membangunkan komputer dari dalam mode suspend; karena IRQ 8 adalah interrupt dari real time clock (RTC).
INTEGRATED PERIPHERALS
PIO Mode
Cycle Time (ns)
Transfer rate (MB/s)
Spesifikasi
0
600
3,3
ATA
1
383
5,2
ATA
2
240
8,3
ATA
3
180
11,1
ATA-2+IORDY
4
120
16.1
ATA-2+IORDY
5
90
22.2
Belum ada



Block Mode
Apabila dibuat “Enabled” atau “Auto” dan “HDD MAX” maka BIOS akan menggunakan block mode untuk transfer ke hardisk.

IDE PIO/UDMA
Digunakan untuk memilih mode PIO atau UDMA yang akan digunakan.

MODE PIO
Digunakan untuk menentukan seberapa besar seberapa cepat data di transfer dari dan ke hardisk.



Mode DMA
DMA adalah singkatan dari Direct Memory Accsess berarti data ditransfer langsung antara harddisk dengan memori tanpa menggunakan CPU. Cara ini berlawanan dengan PIO yang menggunakan CPU.

PCI Slot IDE Second Chanel
Dengan ini channel kedua dari sebuah card EIDE di slot PCI dapat diaktifkan “Enabled” atau dimatikan “Disabled”.

On-Chip Primary/Secondary PCI IDE
On-chip Primary/Secondary PCI IDE digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan channel dari Onboard-IDE-Contoller. Ada dua channel yang biasanya telah ada di motherboard, yaitu primary channel dan secondary channel. Jika anda buat menjadi “Enabled” maka channel ini akan diaktifkan. Jika anda ingin mematikannya maka gunakan pilihan “Disabled”.
Anda dapat mematikan salah satu channel onboard-IDE jika Anda ingin memasang hardisk controller card secara manual pada komputer anda.

Onboard PCI SCSI Chip
Jika motherboard anda memiliki Onboard SCSI Controler maka pilihan ini akan tampil. Digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan SCSI Controler yang ada pada mother board anda.
USB Controller
Pada mother board yang menggunakan chipset yang mendukung USB maka BIOS Setup akan menampilkan pilihan ini. Pilihan “Enabled” akan mengaktifkan USB Controller sedangkan pilihan “Disabled” akan mematikannya.

Onboard FDC Controller
Pilihan “Enabled” akan mengaktifkan OnBoard-Floppy disk-Controller. Resource yang digunakan oleh controller adalah IRQ 6 dan DMA 2. Jika “Disabled” maka sebaliknya.

Onboard Serial Port ½
Onboard Serial Port ½ digunakan untuk konfigurasi OnBoard Serial Port. Biasanya ada dua channel serial port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan “Disabled” akan menyebabkan serial port Anda tidak aktif, sedangkan pilihan lainnya akan menentukan port dan IRQ yanbg digunakan. Pilihan-pilihan lainnya itu antara lain “3F8/IRQ4”, “2F8/IRQ3”, dan sebagainya. Ada kalanya Anda harus mengganti konfigurasi serial port ketika Anda memasang modem internal yang menggunakan COM4.

UART2 Mode
UART2 mode digunakan untuk konfiguarasi serial port yang digunakan untuk komunikasi dengan komponen inframerah. Pilihan “Standard” digunakan untuk komunikasi normal dengan interface RS-233-C. Sedangkan pilihan lainnya, yaitu “IrDA 1.0”, “IrDA 1.1”, “ASK-IR” digunakan untuk menentukan tipe alat komunikasi inframerah yang terpasang pada serial port PC Anda.

Duplex Mode
Pilihan “Full” akan membuat komunikasi melalui inframerah dapat melakukan pengiriman dan penerimaan secara bersamaan, sedangkan pilihan “Half” akan menyebabkan proses pengiriman dan penerimaan data akan dilakukan secara bergantian.

Onboard Parallel Port
Onboard Parallel port digunakan untuk mengkonfigurasi Onboard Parallel port. Biasanya hanya ada satu channel Paralel port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan “Disabled” akan menyebabkab parallel port Anda tidak aktif. Sedangkan pilihan lainnya akan menentukan port Anda tidak aktif, sedangkan pilihan lainnya akan menentukan port dan IRQ yang digunakan. Pilihan-pilihan lainnya itu antara lain “378/IRQ7”, “278/IRQ5”, dan sebagainya.

Parallel Port Mode
Di sini biasanya tercantum “SPP”, “EPP” dan “ECP” serta bermacam-macam kombinasi dari dalamnya sebagai mode operasi untuk paralel port.
Berbeda dengan sebuah Standard Parallel Port (SPP), baik Enhached Paralel Port (EPP) maupun Extended Capabilities Port (ECP) bekerja secara dua arah (bidirectional) dan dengan demikian maka paralel port yang dikonfigurasikan sebagai EPP dan ECP akan bekerja lebih cepat dibandingkan dengan SPP. Apabila tidak timbul masalah, maka “ECP/EPP” merupakan setting yang terbaik, terfleksibel dan tercepat.

ECP Mode Use DMA
Menentukan channel DMA yang akan digunakan untuk parallel port dalam mode ECP. Pilihlah DMA 3 karena pilihan DMA 1 biasanya bentrok dengan sound card.

Parallel Port EPP Type
Menentukan type EPP yang akan digunakan ketika Anda memilih parallel port dalam mode EPP. Pilihan yang ada adalah “EPP1.7” dan “EPP1.9” yang lebih baru.
PNP/PCI Configuration
PNP OS Installed
Jika anda memilih “Yes” maka BIOS mengurus pemberian IRQ, DMA dan I/O hanya pada saat booting.
Resources Controlled By
Disini dengan option “Auto” dan “Manual” anda dapat memutuskan, apakah pemberian resources harus dilakukan secara otomatis melalui BIOS atau setidaknya sebagian dilakukan secara manual.
Reset Configuration Data
Digunakan untuk menghapus data PnP yang tersimpan pada blok ESCD (Extended System Configuration Data) jika anda pilih “Enabled” maka BIOS akan menghapus data ESCD. Tapi hanya sekali saja, setelah itu pilihan ini akan diubah menjadi “Disabled” secara otomatis.


PCI IRQ Activated By
PCI IRQ Activated By digunakan untuk menentukan cara mengaktifkan IRQ pada bus PCI. Pilihan yang ada yaitu “Level” dan “Edge”
Slot x using INT#
Slot x using INT# menentukan IRQ yang akan digunakan oleh card yang terpasang pada masing-masing slot PCI. Dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah. Jika ada IRQ yang digunakan oleh card ISA yang tidak Plug n Play. Jika tidak ada masalah lebih baik tak ada pilihan “Auto”